31 Juli 2016

Kebakaran Di Tanjung Balai Contoh Bahwa Indonesia Tidak Punya Moral Bangsa


BeritaDetik24 - Kejadian ini dimulai pada saat dini hari tanggal 29 Juli 2016 tepatnya di sebuah vihara kelenteng, Tanjung Balai. Dengan serangan ini penjaga maupun pemilik berusaha untuk mencegah para perusuh dengan meminta tolong untuk tidak menggangu vihara dan barang di dalamnya tetapi masa tidak menghiraukan bahkan memukuli penjaga vihara atau kelenteng tersebut, mereka juga merusak patung - patung Buddha serta mengambil sebagian barang - barang yang berharga.


Setelah perusakan terjadi para massa pun mulai berteriak atau berniat untuk membakar patung dewa, dan penjaga vihara pun tak berdaya dikarenakan terlalu banyaknya massa yang masuk dan akhirnya vihara dibakar oleh massa dan tidak ada satu pun orang yang berusaha mencegah pembakaran vihara dan patung patung dewa, bahkan aparat polisi tidak terlihat.

Setelah kejadian tersebut bagaimana sikap pemerintah atas tindakan yang terlalu tidak bermoral ini, yang dimana tempat untuk beribadah bisa menjadi tempat untuk dijadikan hukuman dan adu kekuatan. 

Dimana lagi, vihara ini adalah tempat berkumpulnya bagi para kaum kaum orang yang tidak mampu yang selalu disambut hangat oleh pemilik dan pengelola vihara untuk diberikan sedekah, sembako dan pangan lainnya tetapi sekarang malah menjadi tempat yang sudah tak bisa digunakan bagi kaum kaum tidak mampu yan gmemerlukan pertolongan.


Bagaimanakah tindak pemerintah terhadap kasus seperti ini? tindakan yang terlalu berlebihan ini telah merugikan banyak pihak dan sekaligus menjadi sebuah bukti bahwa negara Indonesia sudah jauh dari kata bangsa yang bermoral tinggi. 

kejadian ini sedikit mengigatkan kita kembali pada tahun 1998 yang dimana seperti yang kita ketahui pemerintah tidak berani mengambil tindakan atau menyidik para pelaku dan provokator kerusuhan kala itu.



Negara ini jauh dari kata berbeda tapi satu, mulailah berpikir kembali haruskah kita saling berselisih, jika kita bisa hidup berdamai? 

0 komentar: