10 Agustus 2016

Sejarah Hari Ini (6 Agustus): Panasnya Derby Della Madonnina Di Tiongkok


BeritaDetik24 - Panasnya Derby Della Madonnina yang dikemas dalam ajang Piala Super Italia pernah dirasakan secara nyata di Tiongkok.

Derby Della Madonnina yang mempertemukan dua tim kebanggaan kota Milan, Italia, yakni AC Milan dan FC Internazionale, merupakan salah satu derby terpanas dalam sejarah sepakbola. Terlebih keduanya merupakan klub yang amat disegani tak hanya di Italia, tapi juga Eropa.

Karenanya tak heran bila derby ini selalu dinanti oleh semua khalayak sepakbola. Tak terkecuali di negara dengan populasi penduduk tertinggi di dunia, Tiongkok, yang juga punya basis Milanisti dan Interisti besar.




Momen yang tak disangka-sangka oleh tifosi duo Milan di Tiongkok pun hadir tepat lima tahun silam. Federasi sepakbola Italia, FIGC, memutuskan untuk menghelat Piala Super Italia 2011, yang mempertemukan Milan dan Inter, di Negeri Tirai Bambu.

Tentu saja panasnya Derby Milan pun akhirnya sanggup dirasakan oleh publik Tiongkok, tepatnya di stadion anyar kebanggaan mereka, Beijing National Stadium.


Dihadiri total hingga 70 ribu penonton, selayaknyaDerby Della Madoninna, Milan dan Inter bermain begitu ngotot dengan kemasan aura yang panas.

Milan lebih menguasai jalannya pertandingan memang, tapi Inter mampu tampil efektif dengan serangan-serangan lewat bola diagonal.

Hasilnya pun terlihat pada menit ke-22. Sepakan bebas bintang utama Inter, Wesley Sneijder, dari jarak 25 meter yang dilakukan dari sudut sempat, secara luar biasa sanggup mengoyak jala kiper Milan, Christian Abbiati.

I Nerazzurri unggul 1-0 dan mampu memainkan tempo serta bertahan dengan baik, guna menjaga keunggulan hingga babak pertama selesai.

Di paruh kedua, Milan mengamuk. Sejak sepakan mula 45 menit kedua dilakukan, gempuran tak henti diberikan I Rossonerri dalam kotak penalti sang rival.

Kiper Inter, Julio Cesar, benar-benar dibuat bekerja keras. Selama 10 menit pertama, ia setidaknya melakukan tiga penyelamatan brilian lewat usaha Zlatan Ibrahimovic, Robinho, dan Mark Van Bommel.

Meski begitu, gawang kiper asal Brasil itu akhirnya jebol juga. Adalah Ibrahimovic yang melakukannya di menit ke-60, setelah berhasil memaksimalkan umpan voli Clarence Seedorf.

Berselang sembilan menit saja, Il Diavolo Rosso berbalik unggul 2-1! Tembakan Alexandre Pato yang tak sempurna ditepis Cesar, sukses dimaksimalkan oleh Kevin-Prince Boateng menjadi gol!


Inter tersentak untuk mengejar ketertinggalan. Pelatih mereka kala itu, Gan Piero Gasperini, langsung memasukkan pemain-pemain yang bisa menambah daya gedor, yakni Luc Castaignos, Giampaolo Pazzini, dan Davide Faraoni.

Sayang hasilnya nihil. Skor 2-1 untuk Milan bertahan hingga pertandingan berakhir dan Si Setan Merah pun berjaya di Tiongkok lewat raihan Piala Super Italia!


0 komentar: