10 Agustus 2016

Sejarah Hari Ini (8 Agustus): Gelukkige Verjaardag, Louis Van Gaal!



BeritaDetik24 - Lupakan sejenak kekolotan dan taktik membosankan LvG, sebab sang meneer Belanda kini merayakan ulang tahunnya yang ke-65.

“Jika Anda melihat Jose Mourinho, dia sudah belajar dari Van Gaal. Jika Anda melihat Frank De Boer, dia juga banyak belajar darinya. Kenyataannya, banyak pelatih yang meneladaninya. Bahkan Pep Guardiola juga banyak belajar darinya.”

Kata-kata tersebut dilontarkan oleh mantan striker Belanda, Jimmy Floyd Hasselbaink, yang merujuk Louis van Gaal sebagai seorang mahaguru. Meski terbilang berlebihan, Hasselbaink -- yang hanya sempat dua tahun dilatih oleh Van Gaal di timnas Belanda -- tentu memahami bahwa Van Gaal tetap merupakan sosok pelatih yang spesial.

Harus diakui, Van Gaal memang tidak selalu sukses dalam kariernya di sepakbola. Van Gaal pernah gagal mengantar timnas Belanda lolos ke Piala Dunia 2002, kepayahan dalam menjalani periode keduanya di Barcelona, berseteru hebat dengan pelatih Ronald Koeman ketika menjadi direktur teknik di Ajax, kerap berkonflik dengan pemainnya, dan dicap bodoh oleh fans Manchester United.

Tepat hari ini (8/8), pelatih yang dicintai sekaligus dibenci itu merayakan ulang tahunnya yang ke-65 tahun.


Lahir di Amsterdam, bisa ditebak Van Gaal mengawali kariernya sebagai pemain di klub ibu kota Belanda itu, Ajax Amsterdam, namun tak pernah diberi kesempatan bermain. Selanjutnya, karier Van Gaal sebagai pemain memang tidak bisa dibilang sukses, namun bakatnya sebagai seorang pelatih tidak bisa disembunyikan. Mantan rekan setimnya di Royal Antwerp, Roger van Gool, menceritakan hal ini.

“Ketika dia datang ke sini (Royal Antwerp) di usia 18 atau 19 tahun, dia sudah berpikir dan bicara serta bertindak layaknya seorang pelatih. Ketika merasa ada yang salah, dia akan mengatakannya pada pelatih. Bahkan saat itu, Anda sudah bisa melihat bahwa dia akan menjadi pelatih. Ada sesuatu yang menarik tentang karakternya,” terang Van Gool.

Benar saja, ketika menjalani kariernya sebagai pelatih, Van Gaal mampu mengubah peruntungannya. Ya, Van Gaal menjadi salah satu dari sedikit pelatih di dunia yang mampu memenangkan trofi di setiap klub yang dilatihnya.



Memulai karier kepelatihannya di Ajax, tiga titel beruntun Eredivisie Belanda langsung ia persembahkan dan berpuncak pada trofi Liga Champions 1995 di mana Van Gaal mengandalkan talenta lokal seperti Patrick Kluivert, Dennis Bergkamp, Clarence Seedorf, Edwin van der Sar. Dari sini, Van Gaal diketahui memiliki spesialisasi untuk mengorbitkan pemain muda berbakat, mulai dari Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Thomas Muller, hingga yang terbaru Marcus Rashford.

Prestasi tersebut melejitkan pamor Van Gaal. Selama dua dekade ke depan, ia melatih klub-klub top dunia, dimulai dari Barcelona, AZ Alkmaar, Bayern Munich, dan Manchester United, tanpa sekalipun gagal meraih titel juara. Satu-satunya ia gagal meraih trofi adalah saat melatih timnas Belanda. Ia sempat gagal total di periode pertamanya melatih Oranje, namun menebusnya di periode kedua dengan meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2014 di Brasil.

Trofi terkini Van Gaal adalah Piala FA 2016, namun tidak cukup untuk mempertahankan posisinya sebagai manajer United. Mantan muridnya, Jose Mourinho, kemudian datang untuk melengserkannya.



Karakternya yang keras kepala dan selalu ngotot dinilai membuat Van Gaal tidak pernah bertahan lama di klub yang ia latih. “Louis teman yang baik. Sebagai pribadi, dia punya kepribadian yang top. Dia punya hati. Namun sulit jika sudah bicara tentang sepakbola. Anda bisa berjam-jam berdiskusi tentang sepakbola, tapi dia takkan pernah mengakui bahwa Anda benar” ujar pelatih tersukses di Belgia, Guy Thys.

Hingga kini, Van Gaal memilih menyepi sejenak dari sepakbola dengan bersantai di rumah vilanya di Portugal bersama dengan keluarganya. Ia memang bukan Sir Alex Ferguson, ia juga bukan penyelamat apalagi sosok pelatih sempurna, tetapi Van Gaal tetap selalu mendapat hati spesial di hati fans sepakbola.

Gelukkige Verjaardag, Louis!

LOUIS VAN GAAL

Nama lengkap: Aloysius Paulus Maria van Gaal

Tempat, tanggal lahir: Amsterdam, Belanda, 8 Agustus 1951
Koleksi Gelar:

Ajax: Eredivisie (1993/94, 1994/95, 1995/96), KNVB Cup (1992/93), Johan Cruijff Shield (1993, 1994, 1995), Liga Champions (1994–95), Piala UEFA (1991/92), Piala Super UEFA (1995), Intercontinental Cup (1995)

Barcelona: La Liga (1997/98, 1998/99), Copa del Rey (1997/98), Piala Super UEFA (1997)

AZ: Eredivisie (2008/09)

Bayern Munich: Bundesliga (2009/10), DFB-Pokal (2009/10), DFB-Supercup (2010)

Manchester United: Piala FA (2015/16)

Karier pemain:
1972–1973:  Ajax
1973–1977:  Royal Antwerp
1977–1978:  Tellstar
1978–1986:  Sparta Rtm.
1986–1987:  AZ

Karier pelatih
1991–1997:  Ajax
1997–2000:  Barcelona
2000–2002:  Belanda
2002–2003:  Barcelona
2005–2009:  AZ
2009–2011:  Bayern Munich
2012–2014:  Belanda
2014–2016:  Man United


0 Played (0) Goal
57 Played (11) Goal
25 Played (1) Goal
261 Played (26) Goal
17 Played (0) Goal


68,7% (% Won)
55,6% (% Won)
53,3% (% Won)
53,3% (% Won)
57,9% (% Won)
61,5% (% Won)
60,7% (% Won)
52,4% (% Won)

0 komentar: